Tampilkan postingan dengan label Cinere. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cinere. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 Juli 2007

FKWC Ke YLKI

Kepastian pembangunan rumah sekitar 400 konsumen Perumahan Wismamas Cinere masih buram. Tidak jelas ada kepastian dari pengembang PT. Wismamas Citra Raya. Pengembang yang berkantor di Terogong, Cilandak ini kian mengambangkan nasib konsumen. Bagaimana tidak ? Sekitar 200 rumah terkena proyek tol Cimanggis - Cinere, sisanya rumah belum siap dihuni bahkan belum dibangun.

Keterlambatan ini sudah berlangsung sekitar 3 tahun. Pembeli pertama melakukan kesepakatan jual beli pada tahun 2004. Namun, rumah impin juga belum belum siap ditinggali.

Sabar, sabar, dan sabar. Mungkin kata klasik ini sudah tidak mempan lagi bagi para konsumen yang merasa sangat dirugikan. Tidak pernah ada kata sepakat dengan pengembang. Hanya sekedar janji palsu yang kembali menjadi bunga mimpi ....

Kesepakatan antara konsumen yang tergabung dalam Forum Konsumen Wismamas Cinere (FKWC) mengambil langkah untuk mengadukan hal ini ke YLKI.

Sekitar 20 orang bisa berkumpul di kantor YLKI Pancoran Barat pada suatu siang di hari kerja. Masing-masing konsumen membawa surat-surat yang menjadi barang bukti atas kenakalan pengembang yang dimiliki oleh Bambang Rahmadi - pemilik McD Indonesia -.

Salah satu pengurus harian YLKI, Tulus Abadi sempat menemui para konsumen. Masalah yang kami alami ternyata hampir sama dengan kasus konsumen Bukit Sentul beberapa waktu lalu. Malah lebih parah katanya. Konsumen perumahan elit berhawa sejuk itu bahkan telah menyetor masing-masing sekitar ratusan juta bahkan sampai bernominal 10 digit.

Memang, konsumen Wismamas Cinere bukan dari golongan elit. Harga rumah untuk tipe 36/90 berkisar antara 150an juta. Ada pula tipe yang lebih kecil 27 / 72 yang berdindingkan batako.

Harapan untuk menempati rumah sendiri dan pindah dari kontrakan rumah petak seakan menjadi kabur. Semakin hari masing-masing konsumen saling meneguhkan untuk tetap berjuang mempertahankan hak dari para pencuri.

Minggu, 24 Juni 2007

Memimpikan Rumah Cinere



Awal Agustus nanti, sebenarnya kontrakan rumah petak di Pondok Pinang genap memasuki 1 tahun. Tidak terasa sudah harus bayar kontrakan lagi.
Akhir tahun lalu, rencana perpanjangan rumah Pondok Pinang tidak ada dalam rencana kami. Sebaliknya, kami berkeinginan untuk segera menempati rumah yang kami beli November 2006 lalu. Harga cukup mahal yang harus kami bayar untuk sebuah rumah mungil - apalagi kalau dedek sudah lahir - di kawasan selatan Jakarta.

Segala birokrasi, uang muka, dan uang administrasi sudah kami selesaikan. Saat pembelian rumah, kami dijanjikan akan bisa menempatinya pada bulan Juli 2007. " Cocok lah biar gak nambah uang kontrakan," pikir aku dan ayah.

Rencana tinggal rencana. Sampai akhir Juni 2007, rumah di Blok C6 itu sama sekali belum diapa-apakan. Bahkan semua proses pembangunan dihentikan. Cilaka benerrr ....

Alasan pertama - dari sisi developer - secara mendadak pada 21 Maret lalu ada perubahan jalur rencana jalan tol Cimanggis - Cinere. Perubahan ini membawa dampak luar biasa, setengah dari areal perumahan terkena tol. Banyak rumah baru yang harus diratakan hanya untuk melicinkan proyek Pemkot Depok. Tapi mengapa bisa mendadak sekali ? Belum ada jawaban, belum ada solusi. Semua masih serba menebak.

Kedua, ternyata kami berhadapan dengan developer "nakal". Banyak konsumen yang sudah membeli bahkan melunasi pembelian rumah sejak tahun 2004 tapi rumah belum juga bisa dihuni. Berbagai pertemuan bipartit sudah digelar. Hasil tetap NIHIL ....

Rasa kecewa yang sudah tertimbun lama akhirnya membuahkan perjuangan yang tak kenal menyerah. Rencananya, forum konsumen akan mendatangi YLKI untuk meminta bantuan ligitasi maupun advokasi untuk masalah pelik seputar perumahan. bbrrr .....

Doa dan segala dukungan turut menyemangati perjuangan menuntut hak kami ....